Rabun Jauh (Miopia) yang dikenal sebagian besar orang sebagai mata minus ini memang menjadi kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat. Sebab, mata minus atau rabun jauh ini membatasi penglihatan seseorang dalam melihat jarak jauh.

Bila orang dewasa, mungkin akan mudah mengenali atau menemukan keganjalan pada penglihatannya. Namun bagaimana dengan anak-anak? Tugas orangtualah yang memantau gejala mata minus pada anak.

Dokter Mata Klinik Mata KMU dr. Rina Wulandari, SpM menjelaskan, bahwasanya anak dengan gangguan refraksi (rabun jauh/ rabun dekat/ silinder) dapat dilihat dari kebiasaan mereka. Pada umumnya, kebiasaan anak yang memiliki gejala mata minus ini diketahui oleh orang terdekatnya seperti: guru, orangtua atau bahkan pengasuhnya.

Gejala Mata Minus

Mengingat, saat ini aktivitas anak berhubungan dengan gadget dan elektronik semakin meningkat selama direalisasikannya pendidikan daring atau online. Di  Klinik Mata KMU sendiri, sudah melakukan skrining terhadap para siswa di beberapa sekolah, dan hasilnyapun banyak diantara mereka mengalami gangguan refraksi.

Menariknya, beberapa guru tak menyadari bahwa anak-anak tersebut mengalami gangguan penglihatan. Karena itu, perang orang terdekat sangatlah penting untuk mengetahui gejala mata minus pada anak. Bila gejala mata minus diketahui lebih cepat, maka bisa dilakukan penanganan seperti pemberian kacamata. Agar produktivitas dan aktivitas anak tidak terganggu.

Baca Juga:

5 Cara Bebas Mata Lelah saat Belajar Online

4 Cara Sehat Menjaga Mata Saat Membaca

3 Manfaat Berkedip yang Penting Bagi Mata

Kebiasaan yang menandakan gejala mata minus ini, bisa jadi sering dilakukan oleh anak Anda namun tak Anda sadari. Tak heran, bila banyak orangtua justru telat mengetahui gangguan mata yang terjadi pada anak mereka.

Karena itu, kenali gejala mata minus pada anak yang mungkin juga sebagai pertanda bahwa anak mengalami gangguan mata lainnya. Simak gejala-gejala mata minus berikut ini:

5 Gejala Mata Minus Pada Anak yang Harus Diwaspadai!

Tanda-tanda mata minus pada anak ini bisa diketahui melalui kebiasaan mereka sehari-hari. Bukan hal yang sulit, untuk mengetahui pertanda mata minus pada anak-anak. Pastikan bahwa anak Anda tidak mengalami 5 kebiasaan yang merupakan gejala mata minus atau bahkan gangguan refraksi lain ini:

1. Kepala sering dimiringkan untuk menatap lama

Biasanya, anak yang memiliki gangguan penglihatan akan sering memiringkan kepala mereka ketika melihat suatu objek dalam waktu yang lama. Bukan hal yang tidak mungkin, bila hal ini dilakukan di lingkungan sekolah, atau saat mereka sedang melakukan proses belajar.
 
Bila Anda sudah sering melihat anak memiringkan kepalanya, maka pastikan dengan bertanya kepada mereka. Apakah, anak sedang mencoba melihat lebih jelas atau ada faktor lain yang membuat mereka harus memiringkan kepalanya


2. Posisi bola mata terlihat tidak sama/juling

Pernahkah Anda merasa ada yang berbeda dengan bola mata anak Anda? Bila biasanya terlihat bias,a namun dalam beberapa hari mereka menunjukkan tanda atau Gerakan mata yang berbeda bahkan cenderung seperti juling, maka Anda patut mewaspadainya.
 
Selain sebagai gejala aau pertanda gangguan refraksi pada anak, mata juling juga bisa membuat penampilan mata seorang anak menjadi kurang baik. Jadi, sesegera mungkin dilakuakn penanganan dan pemeriksaan lebih dini.

3. Mata Sering Disipitkan

Memicingkan mata atau menyipitkan mata merupakan salah satu gejala yang kerap kali dilakukan anak tanpa sadar, ketika mereka kesulitan melihat suatu objek. Hal ini mereka lakukan untuk mencari fokus dan bekerja keras untuk melihat objek lebih jelas.

4. Bingung mengenali orang/benda dalam jarak jauh

Bila anak mengalami kesulitan menyebut benda atau mengenal seseorang, jangan langsung mengartikan bahwa dia mengalami lamban belajar. Bisa jadi, anak menjadi lamabn belajar dan mengenal sesuatu karena mereka memiliki gangguan penglihatan yang tak disadari.
 
Jadi, jangan ragu untuk merangsang anak menyebutkan benda yang dekat atau jauh darinya. Setidaknya, orangtua dapat membandingkan, kejelasan anak dalam melihat objek dalam jarak jauh dan dekat.

5. Berjalan mendekati objek yang cukup jauh

Ketika mereka melihat suatu objek (televisi, papan tulis, dll)  dan tak sadar dating mendekat, meskipun diingatkan dan kembali mendekat lagi, bukan berarti sang anak adalah anak yang bandel. Melainkan, ia hanya tak sadar mendekati objek berkali-kali untuk mendapatkan gambar yang lebih jelas.

Jadi, mulai sekarang baiknya Anda lebih mengenali kebiasaan anak-anak, sekecl apa pun itu Bagaimanapun, anak adalah generasi bangsa yang harus dijaga. Dengan mata sehat, anak Indonesia bisa produktif dan maksimal dalam meraih cita-citanya.

Tonton juga info & tips kesehatan mata lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here