Hanya Butuh 15 Menit, Teknik Operasi Katarak Ini Semakin Diminati

0
141

Puluhan Dokter Rela Antri Untuk Fasilitas Edukasinya

Kini penderita katarak di Indonesia terus mengalami peningkatan. Setiap tahun, kebutaan akibat katarak di Indonesia terus bertambah 0,1 persen. Kurang lebih 250 ribu penduduk Indonesia harus mengalami kebutaan karena katarak. Bahkan di Jawa Timur, angka kebutaan karena katarak  pada penduduk dengan usia lebih dari 50 tahun sudah mencapai 4,4 persen.

Hal ini tentu menjadi tugas para dokter mata di Indonesia untuk bisa mengatasinya dengan cepat dan tepat untuk menekan angka kebutaan akibat katarak di Indonesia.

Sebab itu, tak heran bila banyak dokter mata di Indonesia yang kini semakin antusias mendalami operasi katarak modern Phacoemulsification untuk mengatasi penyakit mata katarak dengan cepat.

Direktur Utama Klinik Mata Utama dr. Uyik Unari, SpM(K) menyebut, operasi dengan teknik phaco ini memiliki proses yang lebih cepat, baik tindakan dan pemulihan pasien. Dimana operasi katarak ini dilakukan kurang lebih 15 menit tanpa dijahit, dan sayatan pada operasi pun lebih kecil (kurang dari 3 mm).

Banyak dokter mata rela antri untuk mendapatkan fasilitas edukasi operasi katarak modern phacoemeulsificatian ini. Salah satunya, dapat dilihat dari antusias para dokter mata di seluruh Indonesia yang mengikuti Basic Phacoemulsification Workshop (BPW) Batch 6 di di Shangri-La Hotel Surabaya, pada Sabtu (1/2) hingga Minggu (2/2), kemarin.

Peminatnya terus meningkat hingga 50 persen. Bahkan daftar tunggu untuk BPW Batch 7 sudah hampir penuh.

“Karena semakin meningkatnya kebutuhan, maka dokter spesialis mata berbondong-bondong mengikuti pelatihan atau workshop terkait Phacoemulsification. Tak hanya di luar negeri dan workshop dari berbagai lembaga di Indonesia, bahkan di salah satu universitas, teknik ini kini menjadi sebuah kurikulum,”  tutur dr. Uyik Unari, SpM(K) disela kegiatannya memberi pelatihan.

Sejumlah 36 dokter mata dari berbagai kota di Indonesia yang mengikuti pelatihan operasi katarak modern ini terbilang beruntung. Beberapa diantaranya ada yang berasal dari Jakarta, Bali, Ujung Pandang dan banyak lagi. Bahkan usia tak menghalangi semangat para dokter untuk mendalami operasi katarak modern ini.
“Dokter mata yang menjadi peserta memiliki usia beragam, dari usia 30 tahun hingga 60 tahun. Karena itu, metode pelatihannya dibuat satu per satu, yakni 1 peserta 1 tutor agar mudah dimengerti dan dipandu hingga bisa,” jelas dr. Uyik.

Seiring perkembangan waktu, operasi katarak modern ini semakin dibutuhkan dan diminati masyarakat sebagai pilihan dalam menyembuhkan katarak. Karena itu, dokter dengan perawat & pendamping medisnya berbondong-bondong memanfaatkan pelatihan dari Klinik Mata Utama (KMU) yang didukung Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Timur ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here